Wondeful

Wondeful

Tour Leader. Tour Leader merupakan profesi yang sebagai pimpinan rombongan tour. Bila kita mengikuti suatu program perjalanan dari salah satu biro perjalanan, maka  perusahaan tersebut akan mengirimkan perwakilannya minimal 1 (satu) orang tour leader untuk memimpin rombongan perjalanan wisata.

Dari kisah pengalaman pribadi saya menjadi seorang tour leader di perusahaan biro perjalanan wisata yang berada di Jawa tengah , dalam artikel ini saya ingin berbagi pengalaman fungsi dan tugas sebagai seorang yang berprofesi tour leader.

Tugas pokok yang harus dijalankan dari seorang tour leader adalah berkordinasi atau bekerjasama dengan sebuah team. Baik itu dari team ketua rombongan dari pihak peserta wisata, crew perusahaan jasa transportasi yang di pergunakan, para pegawai rumah makan atau pun restoran, pegawai tempat penginapan atau pun hotel, dan obyek wisata yang akan di kunjungi oleh peserta rombongan wisata beserta pemandu wisata lokal yang mengetetahui seluk beluk dan cerita dari obyek wisata yang akan di kunjungi.


Tugas awal dari seorang tour leader di lapangan diawali pada saat sampai di lokasi penjemputan peserta wisata, biasanya para tour leader melakukan rapat kecil sesama tour leader lainnya yang dilakukan oleh para crew dari perusahaan jasa tranporasi yang di pergunakan, dilanjutkan mencari ketua rombongan dari peserta untuk saling berkenalan dan berkordinasi untuk membagi para peserta ke dalam kendaraan yang akan menghantarkan dan melayani selama perjalanan wisata. Pada saat inilah peran dari seorang tour leader dimulai.

Setelah mengatur semua peserta wisata beserta barang bawaannya yang di masukan dalam bagasi. Setelah semuanya telah siap di dalam kendaraan, tugas selanjutnya kemudian para tour leader men cek semua anggota rombongan sesuai dengan absen yang telah disiapkan oleh msing-masing ketua rombongan. Dalam situasi ini minimal tour leader harus bisa menghafal muka dari setiap peserta dengan ciri khas beragam.

Setelah semua komplit, maka tour leader atau pun ketua rombongan meminpin doa sebelum berangkat menuju kawasan obyek wisata, hal ini dilakukan agar selama dalam perjalanan wisata dapat berjalan lancar tanpa halangan sesuatu apa pun dan semuanya selamat hingga kembali pulang. Setelah prosesi doa bersama, barulah seorang tour leader mempersilahkan pengemudi untuk menjalankan kendaraannya.

Diawal perjalanan kinerja dari seorang tour leader akan terlihat oleh para peserta wisata, dari dia mulai melakukan perkenalan dirinya beserta sekilas tentang profil perusahaan biro perjalanan tempat dia bekerja, dan memperkenalkan crew kendaraan dari pengemudi utama, pengemudi cadangan hingga (kernet jika ada).  Hal ini merupakan standar pokok dari pelayanan agar para peserta wisata mengetahui dengan siapa dan biro perjalanan wisata mana yang sedang melayani perjalanan wisata mereka
Setelah masa pengenalan, selama perjalanan wisata seorang tour leader harus mampu melakukan komunikasi aktif kepada peserta rombongan wisata yang dia pimpin. Dari jalan yang di lalui, dan sekilah destinasi menarik di beberapa titik-titik menarik yang dilewati selama perjalanan wisata bersama rombongan.

Dalam hal ini setiap tour leader harus memiliki pengetahuan yang luas dari destinasi obye-obyek wisata yang akan di kunjungi. Dari cerita sejarahnya, cerita legendanya, bahkan yang terpenting adalah bagaimana para peerta mendapatkan certa atau pun informasi menarik selama perjalanan. Tentunya hal ini harus disampaikan bukan dengan cara bahasa buku, melainkan dengan cara komunikasi aktif kepada para peserta tour.

Dari pengalaman saya menjadi seorang tour leader, ada seorang rekan saya yang menerangkan destinasi obyek wisata ddengan menggunakan bahasa buku yang di catat lalu dia membacanya di depan, dan pada saat itu pula suasana perjalan menjadi seperti menaiki mobil pribadi. Apalagi adakalanya saya menemukan beberapa teman yang berprofesi sebagai tour leader, dia selalu menggunakan hand phonenya untuk melakukan browsing dengan mencari website yang berisi tentang bahan destinasi obyek wisata. Seketika itu pula, saya mendengar ada seorang peserta mengatakan bahwa destinsi yang dibacanya bersumber dari website blog yang dia miliki. Dan apa yang terjadi..........? ? ? tentu saja teman saya langsung bingung. Dan suasana berubah menjadi kaku.

Dalam menyikapi keadaan seperti ini, kita dituntut kesabaran dan kemahiran akan sebuah informasi pengetahuan, dan cara berkomunikasi di depan orang banyak, terutama dalam hal membangun komunikasi aktif agar suasana tidak membosankan selama perjalan wisata. Dan satu hal yang harus di perhatikan bagi seorang tour leader dalam mempresentasikan sebuah destinasi wisata di depan halyak ramai jangan pernah meremehkan hal sekecil apa pun.

Dalam perkembangan dunia teknologi internet yang dapat diakses dengan cepat, biasanya orang mudah mengkroscek keterangan dari ilmu pengetahuan dari dunia internet. Apalagi sekarang dunia informasi mudah di akses di lokasi mana saja selama masih terdapat jalur akses internet. Seorang tour leader senior saja bila tidak mengikuti perkembangan informasi ilmu pengetahuan tentang destinasi obyek wisata yang akan dikunjungi reputasinya bisa jatuh oleh peserta rombongan wisatawan. Apalagi kalau mereka merasakan kekecewaan atas pelayanan perjalanan, biasanya mereka langsung menshare ke akun media soaisl mereka.

Untuk mencegah hal ini terjadi, ada baiknya bila anda akan menjadi seorang tour leader, saran saya banyaklah membaca buku atau pun artikel yang memuat destinasi obyek wisata yang berhubungan dengan sejarah, seni budaya, kuliner, dan ilmu pengetahuan lainnya. Karena hal ini akan menjadi tolak ukur penilaian peserta akan kinerja anda ddalam memberikan pelayan kepada para peerta tour.

Apalagi bila anda menerima tugas sebagai tour leader yang mengalami perjalanan wisata panjang berhari-hari harus bersama para peserta, biasanya saya mendapatkan tugas sebagai tour leader pada saat melakukan perjalanan wisata menuju obyek wisata antar pulau dan antar provinsi

0 comments:

Post a Comment

 
Top